Penemuan Situs Nyai Subang Larang ( Istri Prabu Siliwangi )

Penemuan Situs Nyai Subang Larang ( Istri Prabu Siliwangi ) - Situs purbakala istri Prabu Siliwangi, Nyai Subang Larang ditemukan warga di daerah Nangerang, Kecamatan Binong, Subang.

Situs berupa bebatuan dan perhiasan dan sejumlah benda peninggalan Subang Larang ditemukan pada tahun 1979 dan 1981 di daerah Teluk Agung dan Muara Jati oleh Abah Roheman warga setempat.

Subang Larang sendiri merupakan istri Pamanah Rasa atau Prabu Siliwangi. Dari pernikahannya itu, Subang Larang melahirkan beberapa keturunan diantaranya Rara Santang melahirkan Sunan Gunung Djati dan Kerajaan di Banten, Sultan Hasanudin.

PERNAH BERGURU PADA SYEKH QURO’ DAN MENDIRIKAN PESANTREN BESAR

Kawasan Teluk Agung yang terletak di Desa Nanggerang Kecamatan Binong Kabupaten Subang yang awalnya sepi mendadak ramai dikunjungi orang-orang dan para pejabat tinggi negara pada Kamis lalu (30/6). Ternyata, kawasan yang juga dikenal Astana Panjang atau Muara Jati ini merupakan saksi sejarah riwayat perjalanan hidup seorang tokoh legendaris wanita tatar Pasundan (kini Jawa Barat) pada sekitar abad 16-17 masehi yang juga merupakan istri Prabu Siliwangi, yakni Nyi Subang Larang.

Istri Prabu Siliwangi ini seorang Muslimah dan pendiri pesantren besar di masanya. Berdasarkan data-data sejarah, di kawasan ini pula Nyi Subang Larang diyakini dimakamkan. Bagaimana sesungguhnya sosok Nyi Subang Larang ini?

Berdasarkan riwayat sejarah, Nyi Subang Larang merupakan putri Ki Gedeng Tapa yang merupakan pendiri Kerajaan Japura yang pernah mendapat cinderamata berupa mercusuar dari Laksaman Ceng Ho, pemimpin pasukan Kerajaan dari negeri China. Nyi Subang Larang bernama asli Kubang Kencana Ningrum. Ketika beliau berguru kepada seorang tokoh penyebar Islam dari Pulau Bata Kabupaten Karawang, Syeikh Qurra’, namanya kemudian diganti oleh Syeikh Qurra’ menjadi “Sub Ang” yang bermakna “Pahlawan Berkuda”.
  
“Subang Larang merupakan satu dari dua tokoh srikandi atau pejuang (pahlawan) wanita Tatar Sunda pada masa itu dimana beliau merupakan figur seorang muslimah (penganut agama Islam-red). Beliau merupakan murid Syekh Quro yang juga tokoh penyebar Islam setingkat wali yang menyebarkan Islam di wilayah Karawang. Tokoh srikandi lainnya adalah Dewi Parwati”, papar sesepuh Kabuyutan dari Bogor, Abah H. Dasep Arifin pada acara penemuan situs Subang Larang di Desa Nanggerang Kecamatan Binong, Kamis lalu (30/6).
  
Sepulangnya berguru kepada Syeikh Qurra’, Nyi Subang Larang lantas mendirikan pesantren besar bernama “Kobong Amparan Alit” di kawasan Teluk Agung yang kini berada dilingkungan Desa Nanggerang Kecamatan Binong. Belakangan nama “Kobong Amparan Alit” berubah menjadi “Babakan Alit” yang juga berada di sekitar kawasan Teluk Agung Desa Nanggerang. Selanjutnya, Nyi Subang Larang menikah dengan Pamanah Rasa yang bergelar Prabu Siliwangi dan melahirkan beberapa orang keturunan yang kelak menjadi orang-orang besar, diantaranya Raden Kian Santang yang bergelar Pangeran Cakra Buana yang merupakan pendiri cikal bakal Kerajaan Cirebon. Raden Kian Santang sendiri merupakan seorang muslim sekaligus tokoh penyebar Islam. Demikian halnya, kerajaan Sumedang Larang, Pakuan Pajajaran dan kerajaan Sunda lainnya tidak mungkin dilepaskan dari perjalanan Nyi Subang Larang.
  
“Tidak akan ada Cirebon, kalau tidak ada Nyi Subang Larang. Sebab sejarah tatar Sunda tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjalanan hidup seorang Subang Larang”, ujar Abah Dasep.
  
Pada saat menikah dengan Prabu Siliwangi, Subang Larang lantas diboyong oleh sang suami untuk tinggal di Bogor yang ketika itu merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Pajajaran. Namun, meskipun tinggal di Bogor, Subang Larang kerap mengunjungi pesantrennya di kawasan Teluk Agung yang sekarang terletak di Desa Nanggerang Kecamatan Binong. Dan ketika beliau wafat, jasad atau layon-nya kemudian dibawa oleh para abdi dalemnya untuk dimakamkan di kawasan Teluk Agung tersebut. Diantara abdi dalem yang membawa jasad Nyi Subang Larang adalah tokoh yang kini dimakamkan di kawasan makam keramat Gelok yang terletak di Kp. Cipicung Desa Kosambi Kecamatan Cipunagara Subang.
 
“Berdasarkan bukti dan penuturan sejarah yang saya terima, maka saya berkeyakinan bahwa di kawasan Teluk Agung Desa Nanggerang inilah Nyai Subang Larang pernah hidup, mendirikan pesantren besar dan dimakamkan di akhir hayatnya. Karena itu, situs bersejarah Subang Larang ini merupakan asset bangsa yang sangat berharga dan tiada ternilai, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan oleh semua pihak”, pungkas H. Dasep.
  
Berkaitan dengan penemuan situs Subang Larang ini pula, Pemerintah Propinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar siap mengucurkan anggaran 500 juta rupiah untuk revitalisasi dan pemeliharaan kawasan situs serta pemberdayaan ekonomi warga sekitar.
 
“Pemprov Jabar siap kucurkan anggaran 500 juta rupiah untuk revitalisasi dan pemeliharaan kawasan situs Subang Larang”, ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Herdiwan.

Sumber:
- radarbandung.co.id
- tintahijau.com
Untuk berlangganan artikel, masukan email anda disini:



5 Comment :

M.sagha.MA mengatakan...

artikel yang sangat menarik...

nagapasha mengatakan...

makasih sob infonya sangat lah menarik

sem Doanksss mengatakan...

Tanks infonya sob

latif cakep mengatakan...

makasih atas infonya, sangatlah membantu pengelanaanku

Gtr Kamuning mengatakan...

Makam nyi subang larang jl tanjung pantai binuangen BANTEN

Posting Komentar

Bahasa dapat mencerminkan kepribadian seseorang.
Bagi yang ingin promosi web, blog dan atau mendapatkan backlink dari blog ini, telah disediakan tempat khusus. Klik DISINI

 

Info Olahraga

Info Komputer

Info Blackberry