Tomcat Berbahaya Jika Dipencet

Tomcat Berbahaya Jika Dipencet - Tomcat pertama kali ditemukan oleh orang Belanda di Anyer dan Jember pada tahun 1901. Perubahan cuaca yang ekstrim di Indonesia diperkirakan menjadi penyebab pesatnya peningkatan populasi tomcat saat ini.

Serangga ini sebenarnya merupakan predator (pemangsa) hama wereng yang menjadi musuh petani padi. Namun demikian, situasinya akan menjadi berbeda jika dia hinggap pada tubuh manusia yang kemudian ada yang memencetnya. Racun yang keluar dari tubuh tomcat inilah yang menyebabkan iritasi pada kulit.

Adalah Nadine dan Atjo warga palu sulawesi tengah yang pertama kali merasakan racun serangga ini.  Kedua orang tersebut mengalami luka melepuh dan berair di bagian tubuhnya.

Beberapa ahli menyebut bahwa sebenarnya serangga tomcat sifatnya tidak menyerang. Akan menjadi berbahaya jika dia dipencet/terpencet dan mengeluarkan cairan racun dari tubuhnya.

Peneliti tomcat dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Purnama Hidayat, M.Sc mengatakan, tomcat sama sekali tidak berbahaya. Bahkan sebaliknya, serangga ini sangat bermanfaat bagi dunia pertanian. Karena makanan sehari-harinya adalah hama wereng dan telur hama tanaman.

Dia menegaskan, Tomcat tidak menggigit dan menyengat manusia, sehingga tidak berbahaya. Namun, serangga ini mempunyai cairan hemolimfa (darah) atau disebut paderin yang mengandung zat beracun untuk perthanan dirinya. Apabila terkena kulit, paderin bisa menyebabkan iritasi, dan apabila digaruk akan menyebar ke bagian tubuh lain. Kendati demikian, pederin tidak menyebabkan kulit melepuh sebagaimana gejala penyakit herpes atau dermatitis yang disebabkan oleh serangga lain seperti Meloidae. (jpnn.com)

Racun Tomcat vs Racun Kobra

Racun tomcat tidaklah sebahaya racun kobra sebagaimana banyak diberitakan. Hal ini ditegaskan oleh Guru Besar Entomologi (Ilmu Serangga) IPB, Soemartono Sosromarsono kepada itoday (22/03/12).

“Tidak bisa diterima logika, jika dikatakan racun Tomcat sepuluh kali lebih keras dari ular kobra. Racun kobra masuk ke dalam darah sementara racun Tomcat hanya ada di kulit”,

Racun kobra bisa menimbulkan kematian, sedangkan Tomcat tidak. Ia hanya menyebabkan iritasi dikulit saja, itupun jika tubuh Tomcat terpencet.

Tips:
  • Jangan sekali-kali memencet tomcat yang menempel pada tubuh.
  • Usir serangga tersebut dengan cara meniupnya jika dia hinggap pada bagian tubuh anda.
  • Serangga ini menyukai cahaya terang pada malam hari. Kurangi pencahayaan rumah khususnya saat musim panen padi tiba.
Sumber informasi: republika.co.id - jpnn.com - sidomi.com
Untuk berlangganan artikel, masukan email anda disini:



0 Comment :

Posting Komentar

Bahasa dapat mencerminkan kepribadian seseorang.
Bagi yang ingin promosi web, blog dan atau mendapatkan backlink dari blog ini, telah disediakan tempat khusus. Klik DISINI

 

Info Olahraga

Info Komputer

Info Blackberry